Perkembangan Pgri Di Indonesia Sejak 2005 Sampai
Sekarang
konsep dasar pendidikan anak usia dini
KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Proses Pendidikan dan Pembelajaran pada Anak. Usia Dini (PAUD) hendaknya dilakukan dengan tujuan memberikan konsep yang bermakna bagi anak melalui. pengalaman nyata. Hanya pengalaman nyatalah yang memungkinkan anak menunjukkan aktivitas dan rasa.ingin tahu secara optimal dan menempatkan posisi pendidik sebagai pendamping, pembimbing serta fasilitator. lagi anak. Melalui proses pendidikan diharapkan dapat menghindari bentuk pembelajaran yang hanya. Berorientasi pada kehendak guru yang menempatkan anak secara pasif dan guru menjadi dominan. Yang ISTIMEWA dari PAUD DPL kami menganggap program PAUD kami biasa-biasa saja seperti program desa-desa lain karena mungkin Beliau belu tahu kalau PAUD baru tahun ini dilaksanakan di Desa Gedong.Kegiatan PAUD menjadi Spesial karena di Desa Gedong baru tahun ini dimulai pembelajaran. Kami (Tim KKN-PPM UNDIP 2009) harus mendesain ruangan belajar sedemikian rupa agar menarik perhatian anak-anaksehingga merasa
nyaman saat mengikuti proses belajar. Selain mendesain ruangan rekan-rekan KKN juga memberi masukan mengenai rancangan / desain proram PAUD ke depan sehingga PAUD Desa Gedong mempunyai konsep yang jelas tentang kegiatan yang hendak diwujudkan untuk meningkatkan kemampuan anak-anak didik sedini mungkin. Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa dimana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka ...
KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
(PAUD)
Pengertian dan Karakteristik Anak Usia Dini Dalam undang-undang tentang sistem
pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14). Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono, 2009: 7). Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age). Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. Ada berbagai kajian tentang hakikat anak usia dini, khususnya anak TK diantaranya oleh Bredecam dan Copple, Brener, serta Kellough (dalam Masitoh dkk., 2005: 1.12 – 1.13)
sebagai berikut. Anak bersifat unik. Anak mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan. Anak bersifat aktif dan enerjik. Anak itu egosentris. Anak memiliki rasa ingin tahu ...
Pentingnya Mendidik Anak Sejak Usia Dini
Setiap kali memasuki tahun ajaran baru, biasanya orangtua akan sibuk untuk mengurusi anak-anaknya mau sekolah dimana. Berbagai masukan berdatangan, mulai dari informasi lewat iklan, informasi lewat teman dan
segala bentuk informasi lainnya. Orangtua pun kadang-kadang bingung untuk menentukan pilihan. Bagi orangtua yang memiliki anak usia 1 sampai 6 tahun akan sibuk dengan urusan memikirkan sekolah ke Play Group dan Taman Kanak-kanak (TK). Untuk keluarga yang berkecukupan, masalah pemilihan sekolah akan dilakukan dengan selektif. Karena mereka sangat menyadari pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam menempa karakter dan bekal anak kelak ketika akan memasuki sekolah dasar (SD). Masalahnya sekarang adalah, bagaimana dengan keluarga yang tidak mampu ? Pastilah mereka akan pusing untuk memikirkan sekolah anak-anak mereka. Jangankan untuk sekolah, untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan. Padahal, menurut UU No.20 Tahun 2003 Pasal 28 disebutkan, (1) Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar; (2) Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal; (3) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk taman kanak-kanak (TK), raudatul athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat; (4) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), atau
bentuk lain yang sederajat; dan (5) Pendidikan anak.
KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)
Proses Pendidikan dan Pembelajaran pada Anak Usia Dini (PAUD) hendaknya dilakukan dengan tujuanmemberikan konsep yang bermakna bagi anak melalui pengalaman nyata. Hanya pengalaman nyatalah yang memungkinkan anak menunjukkan aktivitas dan rasa ingin tahu secara optimal dan menempatkan posisi pendidik sebagai pendamping, pembimbing serta fasilitator bagi anak. Melalui proses pendidikan diharapkan dapat menghindari bentuk pembelajaran yang hanya berorientasi pada kehendak guru yang menempatkan anak secara pasif dan guru menjadi dominan. Yang ISTIMEWA dari PAUD DPL kami menganggap program PAUD kami biasa-biasa saja seperti program desa-desa lain karena mungkin Beliau belu tahu kalau PAUD baru tahun ini dilaksanakan di Desa Gedong.Kegiatan PAUD menjadi Spesial karena di Desa Gedong baru tahun ini dimulai pembelajaran. Kami (Tim KKN-PPM UNDIP 2009) harus mendesain ruangan belajar sedemikian rupa agar menarik perhatian anak-anaksehingga merasa nyaman saat mengikuti proses belajar. Selain mendesain ruangan rekan-rekan KKN juga memberi masukan mengenai rancangan / desain proram PAUD ke depan sehingga PAUD Desa Gedong mempunyai konsep yang jelas tentang kegiatan yang hendak diwujudkan untuk meningkatkan kemampuan anak-anak didik sedini mungkin. Pada masa usia dini anak mengalami masa
keemasan (the golden years) yang merupakan masa dimana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan.
